Bismillahirrohmaanirrohiim. "Tidak ada suatu cobaan sepeninggalanku yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki yang melebihi bahayanya, cobaan yang berhubungan dengan soal wanita."(HR. Bukhari)
Sahabat fillah, disini saya akan melanjutkan tentang sharing antara saya dengan salah satu teman. Memang kejadian itu terjadi di dalam mobil umum. Tapi justru kami senang, bisa sambil mengingatkan diri dan juga orang lain.
Entah percakan dimulai darimana, namun sebagian yang saya ingat insya Allah akan disampaikan dalam catatan ini.
Pertama, tentang perintah Allah yang mewajibkan wanita memakai JILBAB bukan KERUDUNG. Sempat saya jadikan status kalau tidak salah 2 hari yang lalu. Coba kita perhatikan firman Allah : "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min : hendaknya menutupi badan mereka dengan jilbabnya atas (seluruh tubuh) mereka. Demikian itu (supaya) lebih dekat (mudah) dikenal, (bahwa mereka adalah wanita-wanita yang baik pekertinya), lalu mereka tidak akan diganggu (oleh orang-orang munafik). Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.” (QS. Al-Ahzab : 59)
Sahabat fillah mungkin betanya-tanya , lalu apa bedanya jilbab dengan kerudung?
Baiklah, yuk senyum dulu sebelum dilanjutkan.
Ukhti yang saya cintai karena Allah. Jilbab merupakan baju kurung yang lapang yang dapat menutupi kepala yang diulurkan hingga menutupi dada, tidak transparan sehingga tidak terlihat bentuk rambut yang ada di dalamnya. Sedangkan kerudung, sama memang penutup kepala, tapi ketika dipakai kita tidak memperhatikan menutupi dada atau tidak, memperlihatkan bentuk rambut di dalamnya atau tidak. Insya Allah kita akan mengerti meski dengan penjelasan yang sedikit ini. Afwan, karena saya pun masih sangat awam tentang ini. Wallahu'alam.
Kedua. Mungkin sesekali pernah tersirat di hati kita, mengapa Allah mewajibkan kita berkerudung?
Nah, saya ingin bertanya. Kita ibaratkan, jika kita mempunyai dua buah loli. Yang satu dibungkus, dan yang satu lagi tidak dibungkus. Manakah yang akan kita pilih? Saya serahkan jawabannya kepada sahabat fillah.
Lalu, kita ibaratkan lagi. Jika ikhwan melihat akhwat yang memakai pakaian tertutup dan yang serba ketat. Manakah yang akan dia pilih? Jika memilih yang serba ketat, mengapa dia tidak memilih yang tertutup?
Dan menurut survey saya, akhwat yang tertutup, insya Allah lebih banyak disegani dan dihormati.
Dan kembali saya serahkan jawabannnya kepada sahabat fillah.
"Perempuan itu aurat, maka jika ia keluar rumah(tanpa busana memadai) bersiaplah syetan untuk memanfaatkannya(sebagai racun bagi laki-laki)" (HR. Tarmidzi)
Ketiga, ini yang menurut saya paling utama dari yang kedua alasan tadi. Yaitu FITNAH. Coba kita renungkan sabda Rasulullah Solallahu 'Alaihi Wasallam berikut ini:
"Sesungguhnya dunia ini sangat manis, Allah menyerahkan kepada kamu untuk melihat bagaimana kamu berbuat, karena itu berhati-hatilah pada wanita. Sesungguhnya fitnah pertama Bani Israil terjadi karena wanita".(HR. Muslim)
Ukhti, kelak kita akan menjadi seorang ibu. Semoga generasi pengubah kita kelak akan menjadi anak yang sholeh dan sholeh, yang menuruti perintah Allah lebih baik dari yang sedang kita usahakan sekarang. Bukankah itu yang selalu kita harapkan. Allah tak pernah menuntut kita untuk berubah secara langsung, namun membutuhkan proses. Namun proses itu tidak cukup hanya dengan diam, tetapi berikhtiar, mambuka dan merenungi setiap terjemahan Al-Qur'an, memahami setiap sabda Rasulullah Solallahu 'Alaihi Wasallam, meniru setiap apa yang dilakukannya.
Kemudian mengamalkannya dan meminta kepada Allah untuk memperteguh dan mengistiqomahkan. Tidak ada yang terlambat, karena sekarang sudah bukan saatnya lagi berlomba-lomba untuk dunia.
Maafkan jika dalam tulisan ini, saya banyak "berpesan" atau "so mengajari". Sungguh tidak. Karena tangan ini pasti tidak akan bisa bergerak mengeja tulisan ini hingga selesai jika bukan Allah yang mengijinkannya. Saya pun sama, hanya hamba yang dhaif, yang ditutupi aib-aibnya oleh Allah hingga masih mampu menyampaikan ini.
Semoga diri kita tidak akan pernah lelah atau menyerah untuk menuju setiap langkah kebaikan, meski sekecil apapun itu. Jangan pernah menyerah, karena janji ??????? itu pasti.
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasannya) pula." (QS. Al-Zalzalah : 7-8)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar