Sabtu, 18 Februari 2012

Atas Nama Cinta, Aku Mencintaimu


Bismillahirrahmanirrahiim... 
Dear Dee.. 
Usai pulang dari makam Arif, aku lebih memilih berdiam diri di kamar. Kamarku yang mungil, menjadi saksi bisu saat aku kembali membuka surat cinta pertama dan terakhirku dari orang yang kucintai.. dengan membaca Basmallah kubaca surat tersebut..



Assalamu'alaikum Wr Wb
Untuk wanita terindah dalam hidupku setelah ibundaku...
Melalui surat ini biarkan aku menumpahkan semua rasa yang selama ini kusimpan dan akan kukatakan saat kau telah halal bagiku...
Waktu itu kita pertama kali bertemu ketika kita masuk Taman Kanak-kanak, aku ingat betul kau di samping kiriku.. aku teringat waktu kau nangis karena belum bisa membuat sebuah bintang di buku gambarmu, akhirnya aku menggambarnya khusus untuk, sebuah bintang di selembar kertas putihmu,..
Ternyata kita tak hanya sekelas di Tk tapi juga di SD, dan aku ingat anak cewek yang nangisan tidak lagi kutemui, yang kutemui adalah anak perempuan yang tumbuh, kau ibarat sekuntum bunga di antara kumpulan lebah karena kau satu--satunya cewek di kelompok belajarmu, tak jarang kau menjadi komandan pasukan pemimpin upacara setiap senin, saat SD kita sering kali bermain tangkap belalang di depan BAPINDO yang sekarang sudah menjadi Bank Mandiri.. kau selalu saja gak mau kalah denganku.. hingga akhirnya kita berpisah Di SMP, jujur aku sebel denganmu kenapa kau pilih sekolah yang Gradenya menengah padahal kau bisa masuk ke Grade atas, alasanmu pasti satu karena perintah orang tua..
Jujur aku kesepian tanpa kau.. tak ada teman yang cerewet yang selalu menegurku dengan sabar.. mungkin tanpa kau sadari aku adalah the Boy at the Windows, seorang anak-anak laki-laki yang selalu melihatmu dari balik jendela, karena aku belum bisa menetralkan perasaan sebelku karena kau memilih sekolah yang berbeda denganku, tahu gak ketika kau melihat jendelaku aku pasti langsung sembunyi karena JAIM...
Kaupun tumbuh menjadi gadis, kau tahu aku sangat cemburu saat kau cerita ada seorang temanmu yang bernama Nur Hilmi yang bisa merubahmu hanya dengan sekali teguran,.. sampai aku menyadari cemburu dan cintaku padamu belum saatnya ku tanam karena aku belum menjadi seorang Qawwam, karena itu aku berjanji akan menjadi pria yang hebat yang pantas kau jadikan Pemimpin bagimu... dan cintaku bertambah ketika kau tumbuh menjadi bidadari yang sempurna, sikapmu yang sederhana, polos dan cenderung apa adanya membuatku bisa bebas menjadi diriku..
Saat emailmu yang beruntun mengingatkan aku untuk membacakan permintaanmu kepada Sang Cinta, saat itulah aku memohon pada Sang Cinta
"Ya Rabb.. Sang Pemilik Cinta ijinkan hamba memberikan kehormatan cinta yang selama ini hamba simpan sebagai wujud taat hamba kepadamu kepada wanita yang bernama Ainur Amatullah, kukuhlah cinta kami berdua sebagai salah satu cinta yang mendapat naunganmu di Yaumul Akhir.Aamiin
Bersama Surat Cintaku ini ( maaf kau tahu aku bukan tipe pria yang bisa mengungkapkan perasaan secara langsung ), aku serta dua buah Baju pengantin putih untukmu...
Putihnya gaun pengantin itu seperti cintaku padamu yakni Cinta Karena Allah
Putihnya gaun pengantin itu kita kenapa pada saat pengukuhan cinta kita di hadapan Allah, dia setelah akad itu kau telah halal untuk kurindu dan kucintai
Putihnya gaun pengantin itu ibarat perbauran warna pelangi menjadi satu, bagaimanapun kita individu yang berbeda namun semua perbedaan tsb akan menuju satu tujuan yakni Ridha Allah
Putihnya gaun pengantin itu kita kenakan ketika kita mengadakan walimah, untuk mengenalkan pada dunia inilah cinta, dan dengan ijin Allah kita bersama-sama mewujudkan sebuah keluarga yang menjadi pemimpin orang-orang yang beriman...
Atas Nama Cinta ijinkan aku mencintaimu karena Allah
Itulah surat cinta dari Arif,,
Aku menaruh surat tsb di sebuah botol kemudian aku meminta anggun mengantarku laut, aku ingin membuang surat tsb dengan mengambil hikmahnya.. botol yang berisi surat tsb sudah mengapung-ngapung di laut, ombak kalah itu tidak terlalu keras, jarak aku dan botol sekitar semeter.. aku ingat kalau dilarang buang sampah sembarangan jadi botol tsb ku ambil kembali.. Anggun tertawa geli dengan sikap Ge Je ku namun dia lebih memilih diam, mungkin karena dia berusaha memahami keadaanku sekarang.
Beberapa hari kemudian gaun putih pengantin dari Arif kuberikan ke salah seorang saudara seiman yang hendak menikah, namun karena keterbatasan biaya jadi belum bisa membeli baju yang layak, beberapa orang ada yang protes kok aku memberikan peninggalan terakhir Arif untukku, namun aku tahu seandainya Arif hidup pasti dia juga mengiyakan sikapku.. karena dengan menebar kebaikan kita akan tetap hidup walau raga ini telah hancur...
Atas Nama Cinta, Aku mencintaimu
Bukan sekedar kata namun bagaimana aku siap menyikapi cinta tsb
sehingga kita berdua bisa menjemput ridha Illahi
Insya Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar